Wednesday, September 16, 2020

daun pegangan, daun rendeng

 MANFAAT DAUN PEGANGAN

Mengenal tanaman Pegangan

Tanaman atau daun pegagan adalah sejenis tumbuhan yang termasuk dalam keluarga (famili) Mackinlayaceae. Tanaman atau daun pegagan yang memiliki nama latin Centella asiatica ini banyak tumbuh di wilayah Asia Tenggara, (termasuk Indonesia), kemudian juga di negara-negara Asia lainnya seperti Jepang, Tiongkok, India, bahkan persebarannya sudah mencapai benua Australia.

daun pegangan

http://mawa2014.blogspot.com/2020/09/daun-pegangan-daun-rendeng.html






Centella asiatica atau daun pegagan mengandung sejumlah zat bioaktif yang bersifat sebagai antioksidan, antivirus, antibakteri, dan antiulcer. Hal ini lantas menghasilkan manfaat daun pegagan untuk mengatasi pelbagai masalah kesehatan tubuh.

1. Membantu Penyembuhan Luka

Selain memperlancar aliran darah, triterpenes juga disebut-sebut berperan aktif dalam merangsang pembentukan glikosaminoglikan dan kolagen untuk proses penyembuhan luka yang lebih cepat.

Namun, di atas triterpenes, ada lagi zat yang paling berkontribusi dalam menghasilkan manfaat daun pegagan untuk mengobati luka. Adalah asiaticoside, zat yang secara medis sudah diakui efektivitasnya untuk menyembuhkan luka, pun antilepra.

Tak hanya menyembuhkan luka, asiaticoside pada ‘daun kaki kuda’ ini juga berfungsi untuk menyamarkan bekas luka, seperti keloid. Sekitar April 2018, sebuah studi mengungkapkan bahwa pasien operasi yang diberi obat ekstrak daun pegagan memiliki jaringan parut yang sedikit pada titik sayatan saat operasi.

2. Memperlancar Aliran Darah

Pada penderita insufisiensi vena dan varises, daun pegagan bisa dimanfaatkan untuk memperlancar aliran darah dan meredakan gejala-gejalanya seperti kaki terasa berat, nyeri, dan membengkak.

Studi yang dirilis oleh jurnal Angiology mengungkapkan bahwasanya pegagan juga efektif untuk mengobati kondisi hipertensi vena.

Kandungan triterpenes yang tak lain adalah zat anti-radang ditengarai menjadi penghasil manfaat daun pegagan yang satu ini. Triterpenes berfungsi untuk mempercepat proses penyembuhan luka, di samping meningkatkan antioksidan dan suplai darah menuju area kulit yang terluka.

3. Mencegah Penuaan Dini

Penuaan dini adalah salah satu masalah kulit yang paling dihindari. Namun, tak bisa dipungkiri jika seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami pada tubuh akan berkurang. Kolagen adalah sejenis protein yang berperan penting untuk menjaga elastisitas kulit.

Nah, untuk meningkatkan kembali produksi kolagen, Anda bisa mencoba mengonsumsi daun pegagan ini. Studi yang dirilis oleh Journal of Ayurveda and Integrative Medicine mengungkapkan jika Centella asiatica atau daun pegagan efektif dalam membantu produksi kolagen pada tubuh.

Selain dikonsumsi secara oral, Anda dapat mengoleskan daun pegagan dalam bentuk krim pada kulit untuk merasakan manfaat pegagan yang satu ini.

4. Menghilangkan Stretch Mark

Sebuah studi di tahun 2013 menemukan fakta bahwa tanaman herbal daun pegagan ampuh untuk menghilangkan stretch marks pada kulit. Hal ini tentu saja menjadi kabar baik bagi para wanita yang kerap mengeluhkan kemunculan stretch marks pasca melahirkan.

Manfaat daun pegagan untuk menghilangkan stretch marks ini tak lepas dari kandungan senyawa terpenoid yang berperan dalam pembentukan kolagen. Tak hanya menghilangkan stretch marks, daun pegagan juga mampu mencegah timbulnya stretch marks di kemudian hari.

5. Pemperpanjang Usia

Usut punya usut, mengonsumsi daun pegagan secara rutin dipercaya mampu memperpanjang usia Anda, lho. Pengobatan Ayurveda dari India kerap memanfaatkan daun pegagan untuk terapi perawatan tubuh agar bisa memiliki harapan hidup yang lebih lama.

Contoh nyatanya, hewan gajah yang seringkali memiliki umur panjang, ternyata banyak mengonsumsi daun pegagan atau Centella asiatica ini.

6. Mengatasi Masalah Pencernaan

Kandungan zat antibakteri pada daun pegagan dinilai efektif untuk mengatasi masalah pencernaan seprti diare. Selain itu, sejumlah masalah pencernaan lainnya seperti asam lambung dan perut kembung juga bisa diatasi dengan mengonsumsi tanaman yang oleh masyarakat Bali disebut sebagai ‘Piduh’.

7. Anti Stress

Saat stres melanda, ada beberapa cara menghilangkan stres yang bisa Anda lakukan. Satu di antara cara-cara tersebut adalah mengonsumsi ekstrak daun pegagan atau Gotu kola yang ternyata merupakan obat antidepresan alami yang efektif.

Manfaat pegagan untuk kesehatan ini telah dibuktikan oleh sebuah penelitian, di mana dalam penelitian tersebut, orang-orang dengan tingkat stres oksidatif tinggi yang diminta mengonsumsi ekstrak daun pegagan selama 60 hari, diklaim berhasil menurunkan kadar stres, depresi, hingga cemas yang dirasakan.

8. Obat Penyakit Alzheimer

Daun pegagan berkaitan dengan pengobatan penyakit Alzheimer. Hal ini tak lepas dari khasiat daun pegagan untuk mengoptimalkan fungsi saraf otak dan memori. Selain itu, kandungan daun pegagan diklaim ampuh untuk melindungi sel otak dari racun berbahaya yang bisa memicu terjadinya Alzheimer.

Kendati manfaat pegagan untuk mengobati Alzheimer telah dibuktikan secara medis, objek penelitian yang masih berupa tikus belum dapat mendukung khasiat tanaman herbal yang satu ini secara kuat.

9. Mengoptimalkan Fungsi Kognitif

Jika selama ini asam folat dianggap paling efektif untuk membantu mengembalikan daya ingat seseorang yang terkena stroke, maka fakta baru menunjukkan jika daun pegagan ternyata memiliki efektivitas yang lebih tinggi.Demikian hasil dari sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2016.

Fakta ini lantas diamini oleh penelitian lainnya. Walaupun objek penelitian yang digunakan adalah tikus, namun hasil yang didapat sama, bahwa daun pegagan mampu meningkatkan fungsi kognitif otak.

10. Membasmi Sel Kanker

Dari sekian banyak obat herbal yang dipercaya bisa membasmi sel kanker pada tubuh, daun pegagan adalah salah satunya. Manfaat daun pegagan yang satu ini tak lepas kandungan zat antioksidan di dalamnya.

Cara mengolah daun pegangan

Guna mengambil manfaat daun pegagan untuk kesehatan tubuh, Anda bisa mengolahnya menjadi pelbagai macam makanan sehat, seperti:

1. Sayur

Daun pegagan dapat dikonsumsi dalam bentuk makanan sayur. Cara membuat sayur pegagan sama saja seperti membuat sayur pada umumnya:

  • Siapkan daun pegagan segar secukupnya
  • Rebus daun pegagan dalam air mendidih selama kurang lebih 45 menit
  • Tambahkan garam, gula, dan bumbu penyedap lainnya
  • Tambahkan bahan masakan lainnya seperti tahu, atau apapun sesuai selera
  • Hidangkan hangat-hangat

2. Jus

Cara membuat jus daun pegagan yang segar nan menyehatkan adalah sebagai berikut:

  • Siapkan daun pegagan sebanyak genggaman tangan, cuci terlebih dahulu sampai bersih
  • Masukkan daun pegagan beserta campuran bahan lainnya seperti air, gula, susu, atau madu ke dalam blender
  • Lumat sampai halus lalu sajikan selagi dingin
3. Teh

Cara membuat teh daun pegagan adalah sebagai berikut:

  • Siapkan 10 gram daun pegagan kecil
  • Rebus daun pegagan bersama 3-4 gelas air hingga matang
  • Tambahkan gula atau susu untuk menambah cita rasa
  • Minum selagi hangat

 MANFAAT DAUN PEGANGAN


Monday, August 31, 2020

BANGSA YG DIHANCURKAN ALLAH SWT

Bangsa yg dihancurkan Allah SWT 

Selesai beribadah haji atau umrah,  jika masih punya kesempatan dan yang yg cukup,  bisa singgah di Yordania,  sebuah negeri kerajaan disebelah utara Arab Saudi. Disana ada Lembah Rum atau Lembah Perta yg menyimpan peninggalan purbakala yg mempesona dan mengagumkan.

 

Di Lembah itu dapat dilihat bangunan2 yg indah dan besar,  seindah istana kekaisaran Romawi.

Bangunan2 itu ternyata dibuat dg cara memahat bukit2 batu cadas. Dan orang moderen sekarangpun blm tentu bisa membuat bangunan seperti itu. Siapakah mereka yg bisa membuat bangunan yg menakjubkan itu? Jawabannya adalah kaum Tsamud umat Nabi Sholih,  sebagaimana disebutkan dlm al Quran surah al A'raf: 73 dan 74

 

Pada ayat lain mereka disebut Ashabul Hijri (penduduk kota Hijir), disebutkan dlm surah al Hijir: 80-82. 

Dan kaum Tsamud adalah kaum yang mengingkari ajaran Nabi Sholih,  bahkan mereka menyembelih unta betina yang merupakan mu'jizat Nabi Sholih serta menantang kedatangan adzab buat mereka.

 

Tantangan mereka dijawab Allah dengan menimpakan bencana gempa atas mereka. Disebutkan dalam surah al A'raf: 78.

Dalam ayat lain Allah juga mengirimkan bencana petir yang dahsyat. Disebutkan dalam surah Fushilat: 17.

 

Demikian dahsyatnya bencana yang Allah timpakan kepada mereka,  sehingga tidak ada satupun kaum Tsamud yang tersisa,  mereka punah. Disebutkan dalam surah an Najem: 51 dan surah Hud: 68.

 

Yang menakjubkan meskipun gempa dan petir yang dahsyat itu memusnahkan kaum Tsamud,  namun bangunan hasil karya mereka tetap utuh. Dengan maksud menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kaum yang hidup sesudahnya. Disebutkan dalam surah al Ankabut: 38

 

Dan ternyata bukan hanya kaum Tsamud yang punah dari muka bumi ini. Tetapi ada sejumlah kaum lain yang juga Allah binasakan dari muka bumi ini,  seperti disebutkan dalam surah at Taubah: 70.


Bangsa yg dihancurkan Allah SWT 

Sunday, August 23, 2020

Jual pisang untuk beli pisang

Jual pisang untuk beli pisang


KISAH LUCU dari TANAH PAPUA🌱

Ada sebuah desa di pelosok Papua sana yang penghasilan utamanya adalah pisang. Banyak sekali pisang enak yang dihasilkan dari tanah subur di desa tersebut. Selain manis, besar-besar, dan konon khasiatnya sangat bagus untuk kesehatan.🍌

Itulah mengapa, penduduk di sana banyak yang menggantungkan hidup dari hasil jualan pisang. Tapi, karena daerahnya terpencil, mereka harus menjual pisang tersebut ke kota dan menempuh jarak 30 km-an. Dengan infrastruktur yang masih belum bagus, mereka harus jalan kaki, mengarungi sungai, dengan membawa satu dua tandan pisang per orang.🚶‍♂️🚶‍♀️🏃‍♂️🏃‍♀️

Sampai di pasar kota, pisang itu sudah langsung ada penadahnya. Laris manis. Uang pun didapat. Dan, masyarakat desa itu pun segera pulang ke kampungnya lagi. Namun sebelum pulang, ada satu tradisi mereka untuk membawa oleh-oleh ke rumah. Dan... yang paling dinanti oleh keluarga mereka sebagai oleh-oleh biasanya adalah PISANG GORENG.😳

Ya.. jauh-jauh mereka ke kota, jualan pisang, untuk kemudian membeli oleh-oleh pisang goreng. Uang hasil jualan pisang sebagian besar dipakai untuk membeli pisang goreng.😊

😶Ada yang merasa aneh atau lucu dengan kisah tadi? Sebagian teman-teman saya tertawa mendengar kisah itu. Jauh-jauh ke kota jualan pisang kok bawanya oleh-oleh pisang juga? Kenapa tidak menggoreng sendiri? Aneka tanggapan muncul saat tahu kisah ini.

Tapi..

Sesaat kemudian, tawa itu berubah jadi hening, ketika saya mengatakan bahwa "INILAH YANG TERJADI PADA SEBAGIAN BESAR ORANG INDONESIA"

💦Air diambil dari Indonesia, diolah jadi Aqua, dijual lagi ke kita, dan uangnya diambil Danone, perusahaan dari luar negeri.

👞Sepatu keren dibuat orang Indonesia, dibawa ke luar diberi cap Nike, dan dijual lagi ke Indonesia dengan harga berkali lipat, dan ada yang bangga memakainya.

☕Kopi-kopi terbaik di Indonesia, dibeli dan diolah Starbucks, dibeli dengan harga berkali lipat oleh orang Indonesia. Dan bangga nongkronk ngopi di sana.

Kisah di atas saya dapatkan dari teman-teman yang menginisiasi Gerakan Beli Indonesia


#BuyBackIndonesia

 🌸Sebuah gerakan untuk mendukung dan bangga menggunakan produk Indonesia. Bahkan, meski lebih mahal dan kualitasnya belum sebagus produk asing, tapi jika kita mau memakai dan membelinya, 250 juta penduduk Indonesia akan lebih sejahtera. 

🌺Produk sendiri, digunakan sendiri, ekonominya dinikmati masyarakat Indonesia.

🌹Ayo kita wujudkan cita cita PROKLAMATOR kita yaitu BERDIKARI (berdiri di kaki kita sendiri )

🦋Pakai Produk Sendiri Jika Kita Bisa Mandiri, bisa MENGEMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD

🦅Indonesia Akan Mengatur Dunia

🐝Kalau sependapat, silahkan berbagi dengan teman/ keluarga. Agar info ini sampai Ke Seluruh Komponen Bangsa Indonesia !*

🍁Dari Cerita Inspiratif diatas adalah agar kita mulai untuk saling membeli produk antar umat untuk membangun ekonomi antar kita

AYO SEMANGAT 👍💪..AKU BANGGA MENJADI ORANG INDONESIA YANG MENGGUNAKAN PRODUK SAUDARA SENDIRI..


Jual pisang untuk beli pisang

Syuhada Padang Pasir: Ummar bin Khatab

Syahidnya Singa Padang Pasir

Dunia Islam kehilangan sosok pemimpin besar yang sangat dikagumi sepanjang sejarah. Umar bin Khattab wafat setelah ditikam oleh Abu Lu'luah seorang budak Persia.

Di era pemerintahan Umar bin Khattab selama 10 tahun lamanya, Kaum Muslimin membuka banyak wilayah, memajukan bidang sosial politik dan militer.

**

Enam kali tikaman belati bermata dua menusuk tubuh Khalifah berbadan tegak itu. Meskipun usianya menua, namun kegagahannya tak hilang bahkan makin berwibawa dengan rambutnya yang sebagian besar telah beruban. Buru-buru para sahabat menggapai tubuh Umar bin Khattab kemudian membaringkan beliau ke rumahnya.

Si pembunuh berusaha lari, namun ia dihadang oleh 13 sahabat yang dengan sigap menyergap. Meskipun begitu, belati Persia yang sudah ditaburi racun digunakannya untuk melawan, sehingga 6 sahabat terkena sabetannya dan kemudian wafat sebagai syahid. Abdurrahman bin Auf menyergapnya dengan kain surban sehingga si pembunuh tercekik, namun ia akhirnya menusukkan belati itu ke tubuhnya sendiri sampai akhirnya ia mati. Seperti itu dinukilkan dari Kitab Tarikh Ath Thabari dan Al Bidayah wa An Nihayah.

Matahari belum terbit, namun darah Umar telah begitu banyak tertumpah. Shalat subuh hari itu menjadi salah satu peristiwa paling menyedihkan dalam sejarah Umat Islam. Pembunuhnya, Fayrouz —dipanggil dengan Abu Lu'luah— seorang penuh kedengkian dari Persia telah menyiapkan rencana pembunuhan itu sedemikian matang. Ia berkonspirasi dengan beberapa orang Persia yang datang ke Madinah, di antaranya Hurmuzan dan Jufaina. Keahliannya menempa senjata membuatnya berkhianat pada Kaum Muslimin dengan cara membunuh seorang sahabat mulia.

Sedangkan Hurmuzan, ia merupakan mantan panglima besar Kerajaan Persia yang dijadikan tawanan. Karena ia merasa ingin dekat dengan pusat Kekhalifahan, ia memutuskan untuk masuk Islam dan beberapa kali mendatangi Umar bin Khattab. Sementara Jufaina, adalah seorang kristen Persia dari wilayah Al Hirah, yang ditugaskan oleh Sa'ad bin Abi Waqqash untuk mengajarkan anak-anaknya membaca dan menulis.

Dalam riwayat seorang sahabat bernama Abdurrahman bin Abu Bakar, suatu hari ia melihat Fayrouz, Hurmuzan dan Jufaina sedang berbicara melingkar di salah satu sudut jalan Madinah. Namun tiba-tiba ia melihat ada belati terjatuh dari pakaian Fayrouz. Ia membenarkan bahwa belati itu ternyata adalah belati yang sama yang digunakan untuk menikam Khalifah Umar bin Khattab.

Bahkan menurut beberapa riwayat sejarah, rencana pembunuhan Khalifah sudah mereka siapkan sejak Umar bin Khattab pergi haji. Peristiwa pembunuhan inipun terjadi setelah Umar bin Khattab belum lama menunaikan ibadah haji, dan di Makkah pun ada selentingan bahwa sekumpulan orang Persia ingin membunuh Umar di Jabal Arafah, namun gagal.

Di saat penuh duka itu, Umar bin Khattab sadar penuh bahwa ajalnya telah dekat. Ia berpikir bagaimana caranya teknis untuk mengangkat Khalifah sepeninggalnya. Sebenarnya ada 2 nama yang diusulkan oleh Umar bin Khattab untuk diangkat menjadi Khalifah untuk Kaum Muslimin, yaitu Abu Ubaidah bin Jarrah atau Salim Maula Abi Huzaifah. Namun keduanya telah wafat sebelum hari ditikamnya Umar.

Untuk itulah Umar memerintahkan untuk dibentuk tim formatur yang terdiri dari sahabat-sahabat senior. Para sahabat itu, berdasarkan nukilan Ibnu Katsir adalah: Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf dan Sa'ad bin Abi Waqqash. Abdullah bin Umar ditambahkan untuk menjadikan tim itu berjumlah ganjil, namun Umar memerintahkan agar anaknya tak diberikan hak untuk dipilih sebagai Khalifah.

Rahimakallah wahai Singa Padang Pasir. Khalifah hebat dengan segala kejeniusan dan kewibawaannya. Umat ini sangat rindu padamu, rindu hadirnya sosok pemimpin setegas engkau. Semoga Allah mengumpulkan kita bersama para Sahabat dan Syuhada. Aamiin.

Sumber :

1. Al Bidayah wa An Nihayah, Abu Fida Ibnu Katsir

2. Tarikh Ath Thabari, Ibnu Jarir Ath Thabari

HILANGNYA HARI AHAD DI KALENDER

HILANGNYA HARI AHAD DI KELENDER

SEJARAH KRONOLOGIS HILANGNYA HARI AHAD

       Sebelum tahun 1960, tidak pernah dijumpai sebutan hari yang bertuliskan “MINGGU”, selalu tertulis hari “AHAD” pada kalender yang beredar di Indonesia.

Begitu pula penanggalan di kalender tempo dulu,

Masyarakat Indonesia tidak mengenal sebutan “Minggu”. Kita semua sepakat bahwa kalender atau penanggalan di Indonesia telah terbiasa dan terbudaya untuk disebut hari “AHAD” di dalam setiap pekan (7 hari) dan telah berlaku sejak periode yang cukup lama.

– Bahkan telah menjadi ketetapan di dalam Bahasa Indonesia.

– Lalu mengapa kini sebutan hari Ahad berubah menjadi hari Minggu ?

– Kelompok dan kekuatan siapakah yang mengubahnya?

– Apa dasarnya?

– Resmikah dan adakah kesepakatan?

Kita ketahui bersama bahwa nama hari yang telah resmi dan kokoh tercantum ke dalam kalender/penanggalan Indonesia sejak sebelum zaman penjajahan Belanda dahulu adalah dengan sebutan:

1. Ahad (Al-Ahad = Hari Kesatu),

2. Senin (Al-Itsnayn=Hari Kedua),

3. Selasa (Al-Tsalaatsa’ = Hari Ketiga)

4. Rabu (Al-Arba’aa = Hari Keempat),

5. Kamis (Al-Khamsatun = Hari Kelima),

6. Jum’at (Al-Jumu’ah = Hari Keenam = Hari Berkumpul/Berjamaah),

7. Sabtu (As-Sabat=Hari Ketujuh).

Nama hari tersebut sudah menjadi kebiasaan dan terpola di dalam semua kerajaan di Indonesia.

– Semua ini Adalah Karena Jasa Positif Interaksi Budaya Secara Elegan dan Damai Serta Besarnya Pengaruh Masuknya Agama Islam ke Indonesia Yang Membawa Penanggalan Arab.

Sedangkan Kata “MINGGU” diambil Dari Bahasa Portugis, “Domingo”, (dari bahasa Latin Dies Dominicus yang berarti “Dia Do Senhor”, atau “HARI TUHAN KITA”).

=> Dalam Bahasa Melayu Yang Lebih Awal, kata ini dieja sebagai “Dominggu” dan baru sekitar akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, kata ini dieja sebagai “Minggu”.

Jadi, Kita Pasti Paham Siapa Yang dimaksud “TUHAN KITA”, Bagi Yang Beribadah di Hari Minggu.

Bagaimana ini Bisa Terjadi???

– Ada Yang Mengatakan Dengan Dana Yang Cukup Besar dari Luar Indonesia, Dibuat Membiayai Monopoli Pencetakan Kalendar Selama Bertahun-tahun di Indonesia.

– Percetakan Dibayar Agar Menihilkan (0) Kata “AHAD” Diganti Dengan “MINGGU”.

– Setelah Kalender Jadi, lalu Dibagikan Secara Gratis Atau Dijual Obral (Sangat Murah). Dampaknya Adalah:

– Masyarakat Indonesia Secara Tidak Sadar, Akhirnya Kata Ahad Telah Terganti Menjadi Minggu di dalam Penanggalan Indonesia.

Pentingkah? Jawabannya :

“SANGAT PENTING”, Untuk Upaya Mengembalikan Kata “AHAD”.

Bagi Umat Islam Adalah Sangat Penting, karena :

– Kata “Ahad” Mengingatkan Kepada Nama “Allah عزوجل ”, Yang Maha “Ahad”, Sama Dengan “MahaTunggal”/ “Maha Satu” / “Maha Esa”.

– “Allah” Tidak Beranak Dan Tidak Diperanakkan

– Kata “Ahad” Dalam Islam Adalah Sebagai Bagian Sifat “Allah عزوجل ” Yang Penting Dan Mengandung Makna Utuh Melambangkan “Ke-Maha-Esa-an Allah عزوجل “.

Oleh Karena itu 

Mulai Sekarang …!!!

– Mari Kita Ganti “MINGGU” Menjadi “AHAD”.

– Apabila dalam 7 (tujuh) hari biasa disebut “SEMINGGU”, yang tepat adalah disebut dengan istilah “SEPEKAN”, dan bukan “minggu depan”, tetapi “Pekan Depan”.

Semoga Hari ini Penuh Berkah Buat Kita Dan Keluarga.

Share ke Teman Sebanyak-banyaknya.

Mari Mulai Sekarang Kembalikanlah Hari AHAD.

 HILANGNYA HARI AHAD DI KELENDER

Tuesday, November 26, 2019

CARA MENCARI EBOOK

Buat rekans yang hobi membaca atau membutuhkan buku2 (pdf) berkaitan dengan subjek/bidang atau topik apa apa saja ada. Jutaan buku bisa anda peroleh.
Buka browser dan ketik: https://www.pdfdrive.com/


Anda akan mendapatkan akses ke jutaan buku yang Anda butuhkan, gratis. Download tak terbatas.

Anda dapat menelusuri berdasarkan judul atau pengarang dll.
Saat ini 274.376.478 buku tersedia secara gratis dan setiap menit, sekitar 50 buku baru ditambahkan ke database.

Wednesday, November 20, 2019

SILSILAH 25 NABI

SILSILAH 25 NABI

1. ADAM AS.
Nama: Adam As.
Usia: 930 tahun.
Periode sejarah: 5872-4942 SM.
Tempat turunnya di bumi: India, ada yang berpendapat di Jazirah Arab.
Jumlah keturunannya: 40 laki-laki dan perempuan.
Tempat wafat: India, ada yang berpendapat di Mekkah.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali.

2. IDRIS AS.
Nama: Idris/Akhnukh bin Yarid, nama Ibunya Asyut.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As.
Usia: 345 tahun di bumi.
Periode sejarah: 4533-4188 SM.
Tempat diutus: Irak Kuno (Babylon, Babilonia) dan Mesir (Memphis).
Tempat wafat: Allah mengangkatnya ke langit dan ke surga.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.
.
3. NUH AS.
Nama: Nuh/Yasykur/Abdul Ghaffar bin Lamak.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As.
Usia: 950 tahun.
Periode sejarah: 3993-3043 SM.
Tempat diutus (lokasi): Selatan Irak.
Jumlah keturunannya: 4 putra (Sam, Ham, Yafits dan Kan’an).
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Kaum Nuh.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 43 kali.
.
4. HUD AS.
Nama: Hud bin Abdullah.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Iram (Aram) ⇒ ‘Aush (‘Uks) ⇒ ‘Ad ⇒ al-Khulud ⇒ Rabah ⇒ Abdullah ⇒ Hud As.
Usia: 130 tahun.
Periode sejarah: 2450-2320 SM.
Tempat diutus: Al-Ahqaf (antara Yaman dan Oman).
Tempat wafat: Bagian Timur Hadhramaut Yaman.
Sebutan kaumnya: Kaum ‘Ad.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 7 kali.
.
5. SHALIH AS.
Nama: Shalih bin Ubaid.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Iram (Aram) ⇒ Amir ⇒ Tsamud ⇒ Hadzir ⇒ Ubaid ⇒ Masah ⇒ Asif ⇒ Ubaid ⇒ Shalih As.
Usia: 70 tahun.
Periode sejarah: 2150-2080 SM.
Tempat diutus: Daerah al-Hijr (Mada’in Shalih, antara Madinah dan Syria).
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Kaum Tsamud.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 10 kali.
.
6. IBRAHIM AS.
Nama: Ibrahim bin Tarakh.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As.
Usia: 175 tahun.
Periode sejarah: 1997-1822 SM.
Tempat diutus: Ur, daerah selatan Babylon (Irak).
Jumlah keturunannya: 13 anak (termasuk Nabi Ismail As. dan Nabi Ishaq As.). Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron, Palestina/Israel).
Sebutan kaumnya: Bangsa Kaldan.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 69 kali.
.
7. LUTH AS.
Nama: Luth bin Haran.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Haran ⇒ Luth As.
Usia: 80 tahun.
Periode sejarah: 1950-1870 SM.
Tempat diutus: Sodom dan Amurah (Laut Mati atau Danau Luth).
Jumlah keturunannya: 2 putri (Ratsiya dan Za’rita).
Tempat wafat: Desa Shafrah di Syam (Syria).
Sebutan kaumnya: Kaum Luth.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 27 kali.
.
8. ISMAIL AS.
Nama: Ismail bin Ibrahim.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As.
Usia: 137 tahun.
Periode sejarah: 1911-1774 SM.
Tempat diutus: Mekah.
Jumlah keturunannya: 12 anak.
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Amaliq dan Kabilah Yaman.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 12 kali.
.
9. ISHAQ AS.
Nama: Ishaq bin Ibrahim.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As.
Usia: 180 tahun.
Periode sejarah: 1897-1717 SM.
Tempat diutus: Kota al-Khalil (Hebron) di daerah Kan’an (Kana’an).
Jumlah keturunannya: 2 anak (termasuk Nabi Ya’qub As./Israel).
Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron).
Sebutan kaumnya: Bangsa Kan’an.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 17 kali.
.
10. YA’QUB AS.
Nama: Ya’qub/Israel bin Ishaq.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As.
Usia: 147 tahun.
Periode sejarah: 1837-1690 SM.
Tempat diutus: Syam (Syria).
Jumlah keturunannya: 12 anak laki-laki (Rubin, Simeon, Lewi, Yahuda, Dan, Naftali, Gad, Asyir, Isakhar, Zebulaon, Yusuf dan Benyamin) dan 2 anak perempuan (Dina dan Yathirah).
Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron), Palestina.
Sebutan kaumnya: Bangsa Kan’an.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 18 kali.
.
11. YUSUF AS.
Nama: Yusuf bin Ya’qub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As.
Usia: 110 tahun.
Periode sejarah: 1745-1635 SM.
Tempat diutus: Mesir.
Jumlah keturunannya: 3 anak; 2 laki-laki dan 1 perempuan.
Tempat wafat: Nablus.
Sebutan kaumnya: Heksos dan Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 58 kali.
.
12. AYYUB AS.
Nama: Ayyub bin Amush.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ al-‘Aish ⇒ Rum ⇒ Tawakh ⇒ Amush ⇒ Ayub As.
Usia: 120 tahun.
Periode sejarah: 1540-1420 SM.
Tempat diutus: Dataran Hauran.
Jumlah keturunannya: 26 anak.
Tempat wafat: Dataran Hauran.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Amori, di daerah Syria dan Yordania.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 4 kali.
.
13. SYU’AIB AS.
Nama: Syu’aib bin Mikail.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Madyan ⇒ Yasyjur ⇒ Mikail ⇒ Syu’aib As.
Usia: 110 tahun.
Periode sejarah: 1600-1490 SM.
Tempat diutus: Madyan (pesisir Laut Merah di tenggara Gunung Sinai).
Jumlah keturunannya: 2 anak perempuan.
Tempat wafat: Yordania.
Sebutan kaumnya: Madyan dan Ash-habul Aikah.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 11 kali.
.
14. MUSA AS.
Nama: Musa bin Imran, nama Ibunya Yukabad atau Yuhanaz Bilzal.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matisyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Musa As.
Usia: 120 tahun.
Periode sejarah: 1527-1407 SM.
Tempat diutus: Sinai di Mesir.
Jumlah keturunannya: 2 anak, Azir dan Jarsyun, dari istrinya bernama Shafura binti Syu’aib As.
Tempat wafat: Gunung Nebu (Bukit Nabu’) di Jordania (sekarang).
Sebutan kaumnya: Bani Israel dan Fir’aun (gelar raja Mesir).
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 136 kali.
.
15. HARUN AS.
Nama: Harun bin Imran, istrinya bernama Ayariha.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Harun As.
Usia: 123 tahun.
Periode sejarah: 1531-1408 SM.
Tempat diutus: Sinai di Mesir.
Tempat wafat: Gunung Nebu (Bukit Nabu’) di Jordania (sekarang).
Sebutan kaumnya: Bani Israel dan Fir’aun (gelar raja Mesir).
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 20 kali.
.
16. DZULKIFLI AS.
Nama: Dzulkifli/Bisyr/Basyar bin Ayyub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ al-‘Aish ⇒ Rum ⇒ Tawakh ⇒ Amush ⇒ Ayyub As. ⇒ Dzulkifli As.
Usia: 75 tahun.
Periode sejarah: 1500-1425 SM.
Tempat diutus: Damaskus dan sekitarnya.
Tempat wafat: Damaskus.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Amori (Kaum Rom), Syria dan Yordania.
Al-Quran Menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.
.
17. DAUD AS.
Nama: Daud bin Isya.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As.
Usia: 100 tahun.
Periode sejarah: 1063-963 SM.
Tempat diutus: Palestina (dan Israel).
Jumlah keturunannya: 1 anak, Sulaiman As.
Tempat wafat: Baitul Maqdis (Yerusalem).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkanya namanya sebanyak: 18 kali.
.
18. SULAIMAN AS.
Nama: Sulaiman bin Daud.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matisyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As.
Usia: 66 tahun.
Periode sejarah: 989-923 SM.
Tempat diutus: Palestina (dan Israel).
Jumlah keturunannya: 1 anak, Rahab’an.
Tempat wafat: Baitul Maqdis (Yerusalem).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 21 kali.
.
19. ILYAS AS.
Nama: Ilyas bin Yasin.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Harun As. ⇒ Alzar ⇒ Fanhash ⇒ Yasin ⇒ Ilyas As.
Usia: 60 tahun di bumi.
Periode sejarah: 910-850 SM.
Tempat diutus: Ba’labak (Lebanon).
Tempat wafat: Diangkat Allah ke langit.
Sebutan kaumnya: Bangsa Fenisia.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 4 kali.
.
20. ILYASA’ AS.
Nama: Ilyasa’ bin Akhthub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As. ⇒ Ifrayim ⇒ Syutlim ⇒ Akhthub ⇒ Ilyasa’ As.
Usia: 90 tahun.
Periode sejarah: 885-795 SM.
Tempat diutus: Jaubar, Damaskus.
Tempat wafat: Palestina.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.
.
21. YUNUS AS.
Nama: Yunus/Yunan/Dzan Nun bin Matta binti Abumatta, Matta adalah nama Ibunya. (Catatan: Tidak ada dari para nabi yang dinasabkan ke Ibunya kecuali Yunus dan Isa As.).
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As. ⇒ Bunyamin ⇒ Abumatta ⇒ Matta ⇒ Yunus As.
Usia: 70 tahun.
Periode sejarah: 820-750 SM.
Tempat diutus: Ninawa, Irak.
Tempat wafat: Ninawa, Irak.
Sebutan kaumnya: Bangsa Asyiria, di utara Irak.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 5 kali.
.
22. ZAKARIYA AS.
Nama: Zakariya bin Dan.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Aynaman ⇒ Yahfayath ⇒ Syalum ⇒ Nahur ⇒ Bal’athah ⇒ Barkhiya ⇒ Shiddiqah ⇒ Muslim ⇒ Sulaiman ⇒ Daud ⇒ Hasyban ⇒ Shaduq ⇒ Muslim ⇒ Dan ⇒ Zakariya As.
Usia: 122 tahun.
Periode sejarah: 91 SM-31 M.
Tempat diutus: Palestina.
Jumlah keturunannya: 1 anak.
Tempat wafat: Halab (Aleppo).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 12 kali.
.
23. YAHYA AS.
Nama: Yahya bin Zakariya.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Aynaman ⇒ Yahfayath ⇒ Syalum ⇒ Nahur ⇒ Bal’athah ⇒ Barkhiya ⇒ Shiddiqah ⇒ Muslim ⇒ Sulaiman ⇒ Daud ⇒ Hasyban ⇒ Shaduq ⇒ Muslim ⇒ Dan ⇒ Zakariya As. ⇒ Yahya As.
Usia: 32 tahun.
Periode sejarah: 1 SM-31 M.
Tempat diutus: Palestina.
Tempat wafat: Damaskus.
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 5 kali.
.
24. ISA AS.
Nama: Isa bin Maryam binti Imran. (Catatan: Tidak ada dari para nabi yang dinasabkan ke Ibunya kecuali Yunus dan Isa As.).
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Radim ⇒ Yahusafat ⇒ Barid ⇒ Nausa ⇒ Nawas ⇒ Amsaya ⇒ Izazaya ⇒ Au’am ⇒ Ahrif ⇒ Hizkil ⇒ Misyam ⇒ Amur ⇒ Sahim ⇒ Imran ⇒ Maryam ⇒ Isa As.
Usia: 33 tahun di bumi.
Periode sejarah: 1 SM-32 M.
Tempat diutus: Palestina.
Tempat wafat: Diangkat oleh Allah ke langit.
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 21 kali, sebutan al-Masih sebanyak 11 kali, dan sebutan Ibnu (Putra) Maryam sebanyak 23 kali.
.
25. MUHAMMAD SAW.
Nama: Muhammad bin Abdullah.
Garis Keturunan Ayah: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As. ⇒ Nabit ⇒ Yasyjub ⇒ Ya’rub ⇒ Tairah ⇒ Nahur ⇒ Muqawwim ⇒ Udad ⇒ Adnan ⇒ Ma’ad ⇒ Nizar ⇒ Mudhar ⇒ Ilyas ⇒ Mudrikah ⇒ Khuzaimah ⇒ Kinanah ⇒ an-Nadhar ⇒ Malik ⇒ Quraisy (Fihr) ⇒ Ghalib ⇒ Lu’ay ⇒ Ka’ab ⇒ Murrah ⇒ Kilab ⇒ Qushay ⇒ Zuhrah ⇒ Abdu Manaf ⇒ Hasyim ⇒ Abdul Muthalib ⇒ Abdullah ⇒ Muhammad Saw.
Garis Keturunan Ibu: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As. ⇒ Nabit ⇒ Yasyjub ⇒ Ya’rub ⇒ Tairah ⇒ Nahur ⇒ Muqawwim ⇒ Udad ⇒ Adnan ⇒ Ma’ad ⇒ Nizar ⇒ Mudhar ⇒ Ilyas ⇒ Mudrikah ⇒ Khuzaimah ⇒ Kinanah ⇒ an-Nadhar ⇒ Malik ⇒ Quraisy (Fihr) ⇒ Ghalib ⇒ Lu’ay ⇒ Ka’ab ⇒ Murrah ⇒ Kilab ⇒ Qushay ⇒ Zuhrah ⇒ Abdu Manaf ⇒ Wahab ⇒ Aminah ⇒ Muhammad Saw.
Usia: 62 tahun.
Periode sejarah: 570-632 M.
Tempat diutus: Mekkah.
Jumlah keturunannya: 7 anak; 3 laki-laki Qasim, Abdullah dan Ibrahim, dan 4 perempuan Zainab, Ruqayyah, Ummi Kultsum dan Fatimah az-Zahra.
Tempat wafat: Madinah.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arab.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali.

(Disarikan dari: Qashash al-Anbiya' Ibn Katsir, Badai' az-Zuhur Imam as-Suyuthi dan selainnya).



SILSILAH 25 NABI