Saturday, November 29, 2014

GINSENG JAWA


GINSENG JAWA
binahong atau ginseng
binahong atau ginseng?

Saya tidak tahu dan tidak pernah menanam tumbuhan itu di pot. Saya merasa tidak pernah dengan sengaja menanamnya. Saya tidak pernah menebarkan bibitnya. Atau anak-anak ada yang main-main dan ternyata mainannya mengandung bibit tumbuhan itu? Boleh jadi bibit tanaman itu tersebar melalui hembusan angin. Sangat mungkin. Itulah salah satu cara Sang Pencipta menebarkan tumbuhan di muka bumi. Itulah tumbuhan baru yang muncul di pot di sela-sela tanaman yang sengaja saya tanam untuk mengurangi gersang depan rumah. Ternyata tumbuhan itu juga muncul di atas sisa pasir yang sengaja saya tumpuk di pinggir got depan rumah. Karena sering terkena cipratan air, maka tumbuhlah tanaman itu di atas sisa pasir. Saya juga tidak tahu nama tumbuhan itu. Saya menjadi teringat kawan saya di tempat kos di Singaraja yang menyebut tumbuhan seperti itu namanya ginseng. Ia, katanya, sering mencampurkan daun tumbuhan itu yang katanya ginseng ke dalam mi instan yang ia masak. Saya memang pernah melihat tumbuhan itu ada di pot di depan kamar kos-nya. Akan tetapi saya agak ragu untuk mengikuti jejak kawan saya mengkonsumsi daun tumbuhan itu. Yah tumbuhan itu muncul di pot bunga di rumah saya. Karena keraguan itu akhirnya saya membiarkan tumbuhan itu tanpa memanfaatkannya untuk dikonsumsi.
Saya tidak menghitung berapa lama tumbuhan itu bertahan. Rupanya tumbuhan itu lama-lama berkurang tingkat kesuburannya. Pada waktu baru tumbuh, ia tampak sangat subur dan hijau. Lama kelamaan tingkat kesuburan dan warna hijaunya berkurang. Pohonnya tampak lebih langsing dan tidak sehijau pada waktu baru tumbuh. Bahkan batangnya berubah agak kemerah-merahan.
Beberapa bulan kemudian saya mendaptkan informasi baru. Kata kawan yang pernah ke rumah tumbuhan itu namanya binahong. Binahong? Apakah itu jenis binahong yang lain? Setahu saya, tentu menurut informasi dari kawan juga, pohon binahong itu pohon yang yang merambat. Pohon yang muncul di pot saya itu seperti pohon sayuran, Pohon perdu, yang tidak merambat. Oh itu mungkin binahong jenis lain. Kata kawan pohon itu banyak manfaatnya. Dapat digunakan untuk obat panas dalam. Dengan cara memasak seperti sayur, jadilah sayur yang dapat mengobati panas dalam. Dapat pula digunakan untuk obat luka. Daunnya diremas-remas dan ditempelkan pada luka baru. Menurut penjelasannya, daun binahong bukan rambat ini juga dapat digunakan untuk obat bagi ibu-ibu yang baru operasi sesar. Caranya dengan jalan mengkonsumsi dalam bentuk sayur. Tumbuhan binahong ini tumbuhan mahal. Kata kawan. Saya memang perlu mencobanya. Tumbuhan itu perlu dimanfaatkan. Kalau memang dapat disayur, berarti dapat mengurangi penyakit kanker alias “kantong kering”. Jika dapat dibuat sayur, maka akan menghemat alias mengurangi belanja sayur. Tanaman lain yang kurang bermanfaat dapat diganti dengan tanaman binahong. Toh tumbuhan itu sangat mudah tumbuh. Tanpa sengaja menanamnya pun dapat tumbuh di pot atau di tanah, asal ada tersiram air. Yah itulah tumbuhan yang semula saya sebut tumbuhan ginseng. Binahong atau ginseng?


GINSENG JAWA

http://mawa2014.blogspot.com
ginseng jawa
GINSENG JAWA

No comments:

Post a Comment